Sabtu, 28 Juli 2012

The Founding Father Negara Indonesia (Pancasila)


Gelombang besar kekuatan internasional dan transnasional melalui globalisasi telah mengancam, bahkan menguasai eksistensi Negara-negara kebangsaan, termasuk Indonesia. Akibat yang langsung terlihat adalah terjadinya pergeseran nilai-nilai dalam kehidupan kebangsaan karena adanya perbenturan kepentingan antara nasionalisme dan internasionalisme. Paradoks antara kekuasaan global dengan kekuasaan nasional ditambah dengan konflik internal mengakibatkan terjadinya suatu tarik menarik kepentingan yang secara langsung mengancam jati diri bangsa.
Nilai-nilai baru yang masuk, baik secara subjektif maupun objektif, saat terjadinya pergeseran nilai di tengah masyarakat yang pada akhirnya mengancam prinsip-prinsip hidup jati diri bangsa. Prinsip yang telah ditemukan oleh The founding father Negara Indonesia yang kemudin diabstraksikan menjadi suatu prinsip dasar filsafat bernegara itulah yang disebut pancasila[1]. Suatu bangsa senantiasa memiliki pandangan hidup atau filsafat hidup masing-masing, yang berbeda dengan bangsa lain. Inilah yang disebut sebagai local genius (kecerdasan/kreatifitas lokal) dan sekaligus sebagai local wisdom (kearifan lokal)[2]. Dengan demikian, bangsa Indonesia tidak mungkin memiliki kesamaan pandangan hidup dan filsafat hidup dengan bangsa lain.
Jati diri bangsa selalu bertolak ukur pada nilai-nilai pancasila sebagai filsafat bangsa. Pancasila yang terdiri atas lima sila pada hakikatnya merupakan sistem filsafat. Pemahaman demikian memerukan pengkajian lebih lanjut menyangkut aspek ontology, epistemology, dan aksiology dari kelima sila pancasila. 

A. Pengertian Pancasila 
Pancasila adalah ideologi dasar bagi negara Indonesia. Nama ini terdiri dari dua kata dari Sanskerta: pañca berarti lima dan śīla berarti prinsip atau asas. Pancasila merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia[1]. Lima sendi utama penyusun Pancasila adalah Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, dan tercantum pada paragraf ke-4 Preambule (Pembukaan) Undang-undang Dasar 1945.
Menurut Ruslan Abdul Gani, bahwa pancasila merupakan filsafat yang lahir collective ideoligi (cita-cita bersama)[2]. Dikatakan sebagai filsafat, karena pancasila merupakan hasil perenungan jiwa yang mendalam yang dilakukan oleh the founding father bangsa Indonesia. Kemudian dituangkan dalam suatu sistem yang tepat. Menurut Notonagoro, filsafat pancasila memberi pengetahuan dan pengertian ilmiah, yaitu tentang hakikat pancasila[3].

B. Intisari Kelima Niai Pancasila 
Tap MPR no. I/MPR/2003 dengan 45 butir Pancasila sebagai pedoan praktis pelaksanaan nilai-nilai pancasila dala kehidupan sehari-hari, yaitu [1]:
A. SILA KETUHANAN YANG MAHA ESA
  1. Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaannya dan ketakwaannya terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
  2. Manusia Indonesia percaya dan takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.
  3. Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama antara pemeluk agama dengan penganut kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
  4. Membina kerukunan hidup di antara sesama umat beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
  5. Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa adalah masalah yang menyangkut hubungan pribadi manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa.
  6. Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing.
  7. Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa kepada orang lain.
B. SILA KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB
  1. Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa.
  2. Mengakui persamaan derajat, persamaan hak, dan kewajiban asasi setiap manusia, tanpa membeda-bedakan suku, keturunan, agama, kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan sosial, warna kulit dan sebagainya.
  3. Mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia.
  4. Mengembangkan sikap saling tenggang rasa dan tepa selira.
  5. Mengembangkan sikap tidak semena-mena terhadap orang lain.
  6. Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
  7. Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.
  8. Berani membela kebenaran dan keadilan.
  9. Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia.
  10. Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama dengan bangsa lain.
C. SILA PERSATUAN INDONESIA
  1. Mampu menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.
  2. Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan negara dan bangsa apabila diperlukan.
  3. Mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa.
  4. Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan bertanah air Indonesia.
  5. Memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
  6. Mengembangkan persatuan Indonesia atas dasar Bhinneka Tunggal Ika.
  7. Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa.
D. SILA KERAKYATAN YANG DIPIMPIN OLEH HIKMAT KEBIJAKSANAAN DALAM PERMUSYAWARATAN / PERWAKILAN
  1. Sebagai warga negara dan warga masyarakat, setiap manusia Indonesia mempunyai kedudukan, hak, dan kewajiban yang sama.
  2. Tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain.
  3. Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.
  4. Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan.
  5. Menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan yang dicapai sebagai hasil musyawarah.
  6. Dengan iktikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil keputusan musyawarah.
  7. Di dalam musyawarah diutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.
  8. Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur.
  9. Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, nilai-nilai kebenaran dan keadilan mengutamakan persatuan dan kesatuan demi kepentingan bersama.
  10. Memberikan kepercayaan kepada wakil-wakil yang dipercayai untuk melaksanakan pemusyawaratan.
E. SILA KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA
  1. Mengembangkan perbuatan yang luhur, yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan.
  2. Mengembangkan sikap adil terhadap sesama.
  3. Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.
  4. Menghormati hak orang lain.
  5. Suka memberi pertolongan kepada orang lain agar dapat berdiri sendiri.
  6. Tidak menggunakan hak milik untuk usaha-usaha yang bersifat pemerasan terhadap orang lain.
  7. Tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bersifat pemborosan dan gaya hidup mewah.
  8. Tidak menggunakan hak milik untuk bertentangan dengan atau merugikan kepentingan umum.
  9. Suka bekerja keras.
  10. Suka menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan bersama.
  11. Suka melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial.


[1] Tap MPR no. I/MPR/2003


[2] Ibid, hlm.16.
[3] Ibid, hlm.17.



[1] Tim Dosen Kewarganegaraan UNHAS,2011,Pendidikan Kewarganegaraan,Makassar:UPT ,hlm.15.
[2] Ibid, hlm.16.

Kamis, 19 Juli 2012

Konservatif,Revolusi, Reformasi BUKAN KETIGA HAL INI YANG DIBUTUHKAN

Ada 3 metode yang dikenal luas dalam menyelesaikan masalah :

1. konservatisme, yaitu metode pendekatan yang digunakan oleh  para tradisionalis dan pengawal tradisi. Meski mengetahui takhayul masyarakat tapi dia tetap mempertahankannya. Logika kaum konservatif adalah apabila kita ubah kebiasaan-kebiasaan masa lalu, kita seakan memisahkan akar dari tubuh sebatang pohon.

2. Revolusionisme, adalah metode yang digunakan seorang pemimpin yang dengan kuat dan tanpa sadar memotong akar-akar sebuah fenomena yang merupakan adat kebiasaan takhayul lama. Penalaran kaum revolusioner adalah dengan mempertahankan adat kebiasaan lama kita membuat masyarakat menjadi kuno, dan terus hidup pada kungkungan masa lampau. Maka, seorang pemimpin revolusioner mengatakan bahwa kita harus membuang segala bentuk yang kita warisi dimasa lalu yang telah mengikat diri kita dan merebut kebebasan dari dalam diri kita. Semua hubungan kita dimasa lalu yang berhubungan dengan kebiasaan harus di tinggalkan. Bila tidak, masyarakat akan tetap terbelakang, fanatik, mandek, dan terikat ke masa silam.
Metode Revolusionisme ini sangat bertolak belakang dengan metode Konservatisme.

3. Reformisme, adalah metode yang dimanfaatkan seseorang yang percaya akan perubahan tradisi secara berangsunr-angsur. Orang ini meletakkan landasan bagi perubahan perlahan itu dalam berbagi kondisi sosial. Metode ini merupakan jalan tengah antara kedua metode lainnya.
Tetapi, yang perlu diketahui metode reformis dan evolusi biasanya menghadapi bentuk-bentuk reaksioner yang kuat di tangan orang-orang yang menentangnya. Tujuannya akan tercapai secara berangsur-angsur tetapi kekuatan-kekuatan yang melawannya kemungkinan besar akan menghentikan dan menghancurkannya.
Apabila, kita ingin mengubah etika pemuda atau mencerahkan seluruh pikiran rakyat, kita akan lebih dulu dihancurkan sebelum kita mencapai tujuan, atau mungkin situasi provokatif yang akan berbalik menyerang kita.
Seorang pemimpin yang bertujuan ingin melakukan secara perlahan dan berangsur-angsur dan telah memiliki program kerja yang disesuaikan dengan waktu yang dia miliki, dengan logikanya dia akan mempercayai bahwa dia tetap dapat melakukan perubahan dengan waktu yang lama itu namun, dia tidak pernah memperhitungkan program dari suatu kekuatan penetral yang tidak setuju dengan perubahan yang dia lakukan. Maka, seluruh rencana yang telah dia susun secara rapih tersebut akan gagal dan berantakan. Kekuatan ini tidak selalu memberikan waktu untuk suatu perubahan dengan waktu yang lamban.

Dari ketiga metode tersebut yang manakah yang paling baik atau yang paling pantas kita terapkan ?? BUKAN KE-3-NYA. Melainkan ada satu metode yang diterapkan oleh seseorang nomor 1 yang sangat berpengaruh terhadap dunia dan telah memberikan perubahan besar terhadap dunia ini. Dia dalah Rasulullah SAW (salam atasnya dan keluarganya). 

Nabi Muhammad memberikan satu metode perubahan yang telah beliau terapkan dalam revolusi umat manusia, Nabi memelihara bentuk, wadah, adat kebiasaan yang berakar kuat dalam masyarakat, yang telah ada dari generasi ke generasi dan yang diamalkan secara alami. Tetapi, beliau mengubah kandungannya, isinya, semangat, arah, dan penerapan praktis kebiasaan itu secara revolusioner, tegas dan langsung.
contohnya, Haji ke Mekkah. Sebelum islam kegiatan ini merupakan adat kebiasaan Arab yang penuh takhayul tentang pemujaan nenek moyang. adat itu jenis pemujaan berhala yang dimuliakan dan mengandung keuntungan ekonomis bagi kaum Quraisy. Namun, secara berangsur-angsur ziarah itu berubah sejak zaman Nabi ibrahim. Landasan ibadah Haji menjadi berlapis, untuk melindungi ekonomi kaum quraisy di Mekkah. Diwahyukan kepada Nabi Muhammad untuk mengambil bentuk itu dan mengubahnya menjadi ritus terbesar, terindah, dan paling mendalam yang berfondasikan ke-ESA-an Tuhan dan kesatuan umat manusia. 
Akibatnya, orang Arab tidak merasa terpisahkan dengan nenek moyang mereka dizaman dulu, dan justru mereka merasakan kebangkitan dan pembersihan adat-adat yang telah mereka ikuti sjak semula. 

Dengan demikian, tidak akan menjadikan masyarakat menjauhkan diri dari proses perkembangan zaman yang terjadi secara cepat dan juga tidak menjadikan masyarakat orang asing bagi diri mereka sendiri. 



Sumber : Fatimah (the greatest woman in islamic history) oleh Ali Syariati

Sabtu, 07 Juli 2012

Perempuan Istimewa yang Tidak (Berhak) Kita Ketahui

Perempuan-Perempuan ideal yang menjadi model bagi perempuan pada umunya saat ini adalah perempuan - perempuan eropa yang diperkenalkan melalui film-film, majalah, televisi, dan film-film seksi yang telah memberikan seks kepada mereka. Mereka diperkenalka kepada kita sebagai perempuan Eropa Universal.

Kita tidak berhak mengetahui gadis Eropa pada Usia enam belas tahun mengarungi gurun-gurun Nubi, Afrika, Gurun-Gurul Aljazair dan australia. Hidup dengan ancaman penyakit, kematian dan suku-suku liar. Sepanjang masa hidupnya dia terus mempelajari mengenai cara berkemunikasi dari semut, bagaimana cara semut memancarkan gelombang dari antena yang dimilikinya ke antena yang menerimanya, dan ketika Perempuan ini telah meniggal dunia maka penelitiannya tersebut tidak berhenti begitu saja melainkan tetap dilanjutkan oleh anak Perempuannya dan generasi keduanya ini baru pulang ke prancis sekitar lima puluh tahun. Dia bebicara di salah satu Universitas dan berkata "saya menemukan bahasa semut dan saya mempelajari beberapa isyarat komunikasinya".

Kita juga tidak dapat mengetahui Madame Guashan yang menghabiskan hidupnya untuk mengkaji akar-akar filosofis dari Ibn Sina, Ibn Rusyd, Mulla sadra, dan Haji mulla Hadi Sabzevari serta banyak karya Aritoteles dan dia memperbandingkan semua karya-karya tersebut, dia menjelaskan apa yang telah para filofos kita terjemahkan secara buruk serta pemahaman kita dalam seribu tahun terakhir peradaban islam. 

Yang lebih disayangkan lagi kita sama sekali tidak mengetahui karena tidak dikehendaki untuk mengetahui mengenai Madame Curi yang menemukan kuantum danradioaktivitas, atau Ressas De La Chappelle yang lebih banyak mengetahui tentang kesucian Ali dari semua ilmuan islam bahkan seluruh orang Syi'ah yang mengaku mengetahui Ali dan keturunan Muhammad Saw. Ressas  adalah gadis swedia yang lahir dan tumbuh jauh dari lingkungan islam bahkan dia jauh dari kepercayaan pengikut syi'ah. Sejak muda dia telah mengabdikan diri untuk lebih mempelajari lebih mendalam mengenai semangat yang tersembunyi dalam struktur islam. Dia terus mempelajari latar kehidupan seorang laki-laki yang tertutupi oleh kebencian musuh-musuhnya dan dielukan oleh pujian hampa seorang penyair. Dia bahkan telah menemukan naskah lengap tentang Ali dan bahkan telah mengetahui dari sisi terhalus jiwa beliau, kedalam perasaan dan lompatan gagasan tertinggi yang dimiliki oleh Ali. Perempuan ini telah merasakan kemarahan ali, kekecewaan,ketakutan dan kebutuhannya. Dia telah menyatukan Nahjul Balagah yang diperoleh dari kaum sunni dan syi'ah yang berkaitan dengan Ali dan juga mengumpulakan berbagai tulisan tentang Ali dari berbagai buku atau catatan yang terekam dalam sebuah naskah. dan sejak 42 Tahun dia mengabdikan dirinya untuk mengkaji, berpikir, bekerja dan meneliti sosok Ali. 

Sesungguhnya Perempuan asing ini telah menjadi penjelma ideologi sebuah negara dan menjadi penyelamat, kebanggaan dan kehormatan suatu generasi. tapi sayang, KITA TIDAK BERHAK MENGETAHUI MEREKA !!!. 


Sumber : Fatimah (the Greatest Woman In Islamic History) oleh: Ali Syariati

Revolusi Islam Terhadap Perempuan

Perempuan adalah kata yang menggambarkan makhluk ciptaan tuhan yang disebut manusia yang dimana memiliki sifat Jamaliah-Nya Tuhan. perempuan sering digambarkan sebagai makhluk lemah yang tidak akan berdaya tanpa adanya seorang laki-laki. sebelum islam merevolusi kedudukan perempuan, perempuan dianggap makhluk yang sangat najis yang dipandang tidak layak untuk hidup bahkan menurut sejarah apabila seorang ayah memiliki seorang anak perempuan dan ditanyakan kepadanya menantu yang manakah yang tepat untuk anak perempuanmu apakah : 
1. seorang pemuda terpandang
2. tanah kubur baginya
maka ayah tersebut lebih memilih tanah kubur sebagai menantu baginya. Hal tersebut menandakan betapa rendahnya kedudukan perempuan bahkan apabila terjadi kelahiran anak perempuan maka itu akan menjadi hal yang memalukan bagi keluarganya.

Setelah terjadinya revolusi islam terhadap kaum perempuan maka berubah pula kedudukan perempuan menjadi makluk pemilik sifat jamaliah yang mempunyai derajat sama dengan laki-laki. Muhammad Saw sebagai cahaya bagi alam semesta juga cahaya bagi kaum perempuan. Muhammad menyatu dengan sejarah umat manusia, bukan sejarah Abdul Muththalib, Abdul Manaf, Quraisy, atau orang Arab. Dia adalah ahli waris ibrahim, Nuh, Musa, dan Isa, sedangkan fatimah adalah ahli waris Muhammad Saw.Fatimah adalah anak Rasulullah dari istrinya yang sangat dicintainya (Khadijah), seorang perempuan mulia lahir dari rahim seorang perempuan mulia juga, seorang perempuan pertama yang masuk islam dan berjuang dijalan Allah dengan mendampingi suaminya mengorbankan segala harta dan hidupnya demi membela jalan islam, cahaya bagi alam semesta, dialah Khadijah ibu dari seorang Fatimah yang akan menjadi penghubung dari kepemimpinan Nabi ke kepemimpinan Imamah.

Dalam tradisi masyarakat arab merasakan kelahiran anak perempuan adalah suatu kehinaan sehingga hanya menguburkannya hidup-hidup yang dapay menyucikan keluarganya. Muhammad tahu apa yang akan dilakukan takdir kepadanya dan Fatimah mengetahui siapa dirinya. itulah sebabnya, sejarah menyaksikan dengan takjub sikap muhammad terhadap anak perempuannya fatimah. cara beliau bercakap dengannya dan cara beliau memujinya.

Beliau menunjukkan kehormatan kepada putrinya Fatimah denganh berbicara dengan dia dalam pernyataan-pernyataan :

"kerelaan fatimah adalah kerelaanku, dan kemarahannya adalah kemarahnku"

"fatimah adalah bagian tubuhku. Barang siapa menyakitinya, berarti menyakitiku, dan barang siapa menyakitiku berarti menyakiti Allah "

Betapa layak beliau memperlakukan anak perempuannya, akibat dari hal tersebut maka masyarakat arab lambat laun semakin memuliakan perempuan layaknya cara Nabi memuliakan anak perempuannya, hal ini tentunya menjadi revolusi besar islam terhadap seorang perempuan.  

kedudukan seorang perempuan dan seorang laki-laki sebenarnya sama saja yaitu sama-sama sebagi manusia ciptaan Allah Swt namun masing - masing mewarisi sifat Jamaliah dan Jalaliah tuhan itulahah yang membedakan antara kedudukan perempuan dan laki-laki.Bukankah seorang Perempuan adalah wakil tuhan penyambung generasi dimuka bumi ini ?? betapa mulianya kedudukan seorang perempuan, namun yng menjadi pertanyaan besar ini apakah seorang perempuan menyadari kemuliaan dirinya dan memuliakan dirinya disamping kemuliaan yang didapatnya dari tuhan ?? semoga kaum perempuan menyadari hal itu. 





sumber : Fatimah (the Greatest Woman In Islamic History) oleh Ali Syariati.