Kamis, 24 September 2015

Pancasila dalam lingkup Negara Hukum

Bung Karno dalam suatu pidato yang berapi-api pada tanggal 1 Juni 1946 dalam sidang BPUPKI mengemukakan sebuah Dasar Negara yaitu Pancasila. Pancasila permulaan itu dirumuskan sebagai berikut, 
1. Kebangsaan Indonesia
2. Internasionalisme atau Peri-kemanusiaan
3. Mufakat atau demokrasi
4. Kesejahteraan sosial
5. Ketuhanan Yang Maha Esa
Apabila dianalisa secara lebih mendalam, Pancasila yang dikemukakan itu terdiri atas dua lapis fundamen :
1. Fundamen politik (sila 1sampai 4) 
2. Fundamen moral (etika agama, sila ke-5) 

Kemudian dibentuklah Panitia 9 (Ir. Soekarno, Mohammad Hatta, Mr.A.A. Maramis, Abikusno Tjikrosuyono, Abdulkahar Muzakkir, H.A. Salim, Ahmad Subarjo, Wahid Hasjim, dan Mr. Muhammad Yamin) merupakan suatu badan kecil yang akan merumuskan kembali pancasila. Panitia 9 mengubah susunan fundamen pancasila dan meletakkan "fundamen moral" di atas, "fundamen politik" di bawahnya, sila "kebangsaan" diganti dengan sila "persatuan indonesia".  Maka rumusan yang dikemukakan oleh Panitia 9 sebagaimana yang terdapat dalam UUD 1945, yaitu :
1. sila Ketuhanan Yang Maha Esa
2. Sila Kemanusiaan yang adil dan beradap
3. Sila Persatuan Indonesia
4. Sila Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijkasanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
5. Sila Keadilan sosial. 
Dengan urutan dan rumusan baru tersebut dasar Ketuhanan Yang Maha Esa menjadi dasar yang memimpin cita-cita kenegaraan, sedangkan dasar kemanusiaan yang adil dan beradap adalah kelanjutan dengan perbuatan dalam prkatik hidup berdasarkan dasar yang memimpin tadi. Dasar Persatuan Indonesia menegaskan sifat negara Indonesia senagai negara nasional, berdasarkan ideologi sendiri dengan bersendi kepada Bhineka Tunggal Ika, sedangkan dasar kerakyatan menciptakan pemerintahakan yang adil. Yang dilaksanakan dengan rasa tanggungjawab, agar terlaksana keadilan sosial yang tercantum sebagai sila ke lima. Dasar keadilan sosial adalam pedoman dan tujuan kedua-duanya. 

Akibat perubahan urutan Sila ke-5 tersebut, Ketuhana Yang Maha Esa tidak lagi hanya dasar hormat-menghormati agama masing-masing, melainkan menjadi dasar yang memimpin jalan kebenaran, keadilan, kebaikan, kejujuran, dan persaudaraan. Dengan hal tersebut Negara akan memperkokoh fundamennya. Dengan dasar ini sebagai pimpinan dan pegangan, pada hakekatnya pemerintah tidak boleh menyimpang dari jalan yang lurus untuk mencapai kebahagiaan rakyat dan keselamatan masyarakat, perdamaian dunia serta persaudaraan bangsa-bangsa. Bukankah telah termuat dalam UUD kita bahwa Pancasila berguna untuk mendidik dan meyakinkan diri pada tugas memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. 

Apabila kita renungkan UUD 1945 sedalam-dalamnya, bahwa segala yang penting bagi bangsa, apalagi yang ditimpakam kepada rakyat sebagai beban materiil dan idiil, harus berdasarkan undang-undang, hal tersebut mencerminakan bahwa negara Republik Indonesia adalah Negara Hukum. Negara Hukum yang berdasarkan Pancasila. Pemimpin-pemimpin negara sering menyebutkan bahwa demokrasi Indonesia adalah Demokrasi Pancasila. Hal ini sebagai tujuan dan masih menjadi tujuan. Demokrasi Pancasila baru dapat hidup, apabila negara Indonesia telah menjadi Negara Hukum. 

Berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, anak-anak muda sekarang hendaklah berusaha segiat-giatnya agar negara hukum yang sempurna dapat tercapai. Semakin bertambah keinsafan hukum dalam masyarakat, semakin dekat kita pada pelaksanaan negara hukum yang sempurna. Sejalan dengan tumbuhnya negara hukum, maka kedaulatan hukum akan menggantikan kekuatan penguasa. 


- Oleh: Mohammad Hatta (diucapkan pada penerimaan gelar Doctor Honoris Causa dari Universitas Indonesia pada tanggal 30 agustus 1975 -

Minggu, 20 September 2015

Bukan Cercaan yang Diperlukan Tetapi Tindakan

Saya hanya termenung
Sedikit berkaca terhadap diri sendiri
Kenapa begittu terlambat saya baru menyadarinya
Atau dapat dikatakan dulu mungkin saya "sadar" yapi kesadaran ini telah berbeda, kesadaran ini tidak di iringi lagi dengan protes-protes diri terhadap keadaan yang terjadi
Tidak ada lagi, cercaan, hinaan, atau apapun itu terhadap apa yang terlihat...

Segalanya lambat laun seperti "abnormal"
Awalnya saya hanya mengingat masa-masa ketika manusia-manusia masih saling mengenal. Saling menghargai, saling menghormati. Yang baik memang baik, yang kurang baik memang kurang baik...
Tapi masa itu kini berubah, entahlah. Kini kehidupan semakin amburadul. Manusia-manusia saling membunuh secara kejam, saling mencerca, sirik dengan kesuksesan orang lain dan segal perilaku-perilaku tak terpikirkan sebelumnya kini bermunculan. Entah perubahan terhadap tingkah laku manusia-manusia itu berasar karena apa, kapan, dan bagaimana. 

Banyak orang-orang yang menyadari bahwa perubahan sifat manusia semakin lama semakin keja, semakin berbahaya untuk lingkungan sekitar, tapi mereka yang menyadari hanya mampu proter, beeteriak, mecerca, dengan cercaan manusia-manusia yang semakin berbahaya. LALU ??? Kapan hal itu akan brakhir, kalau "ANJING TERIAK ANJING" "MALING TERIAK MALING" " HINAAN DI BALAS HINAAN" 

Kini saya semakin sadar, kalau kita saling berbalasan maka tak akan ada ketenangan bathin yang akan diperoleh. Yah, mungkin karena ketenangan bathin itulah yang saya rindukan, sehingga di keadaan seperti sekrang ini saya berusaha "mengalah". Membiarkan orang-orang saling mencaci, mengumpat, tapi saya akan mencontohkan bahwa hidup dengan saling mengasihi, membantu, menolong akan lebih nyaman tanpa beban. Bagaimana perubahan itu terjadi kalau tidak ada seseorang yang ingin memulai.

Coba saja praktikkan, seseorang mencaci kita namun cacian tersebut kita balas dengan kasih sayang, maka lambat laun dia akan sadar dan bisa saja dia akan merasakan perubahan sikap tersemdiri dan membalas kebaikan itu kepada orng lain, kebaikan berantai akan terus terjadi. 

AYOO, jikalau sering ada pertanyaan "apa yang kita lakukan untuk indonesia ? " cukup saja lalukan 1 kebaikan seriap harinya maka kamu akana merasakan indahnya berbuat baik. 

Prosesnya mungkin lambat, yang rusak sebenarnya adalah morah. Dan mengubah morah suattu bangsa memang butuh proses yang panjang namun kita harus optimis, hasilnya bukan kita yang rasakan tetapi anak cucu kita kelak.

AYO 1 HARI 1 KEBAIKAN 
UBAH MORAL BANGSA DARI DIRI SENDIRI 😊🙏

Jumat, 19 Juni 2015

Setitik Bahagia milik Perempuan Biasa

Berusaha mengais 
Menelaah lembar demi lembar kehidupan
Mencari setiap sudut kehidupan 
Demi mendapatkan setitik kebahagiaan 

Entah lah,...
Bagaimana rasanya menggambarkan ini semua ...
Kadang perempuan ini sangat kuat 
Bahkan lebih kuat dibandingkan karang 
Namun, ada kalanya perempuan ini akan lemah dan rapuh 
Bahkan lebih rapuh dari daun kering 

Bukan maksud hati untuk mengeluh 
Bukan maksud hati untuk tak menerima 
Bukan maksud hati untuk tak bersyukur 
Sungguh, DemiSangMaestro kehidupan, perempuan ini selalu percaya bahwa kebahagiaan itu akan selalu ada, tergantung bagaimana cara kita memandangnya...

Tapi sekali lagi, ini kehidupan nyata 
Bukan cerita dongeng yang selalu berakhir romantis dengan kalimat "hidup bahagia selamanya" 

Hal ini hanya ungkapan dari seorang perempuan yang hidup di dunia nyata, dengan cerita kehidupan yang tanpa di dramatisir sudah sangat sadar bahwa hidup ini nyatanya adalah drama 

Terkadang kehidupan terlalu sadis...
Sampai-sampai menyisakan trauma yang  selalu membuat perempuan ini tak tenang... 
Terkadang kehidupan terlalu manis ...
Sampai-sampai kenyisakan keadaan yang membuat perempuan ini lupa daratan...

Sekali lagi, ini bukanlah keluhan 
Hanya ungkapan kecil dari perempuan yang mencari setitik kebahagiaan miliknya yang direnggut oleh keadaan 

Mungkin hanya kebahagiaan sederhana yang perempuan ini cari 
Sedikit tawa contohnya. Perempuan ini hanya lupa kapan terakhir kali dia tertawa lepas ...
Atau sedikit waktu tanpa masalah. Perempuan ini hanya lupa kapan terakhir kali dirinya melangkah memulai hari tanpa penat... 
Atau mungkin sedikit masa bodoh. Perempuan ini hanya rindu sikapnya yang berbicara tanpa harus berpikir panjang... 


Walau hanya setitik, setidaknya setitik kebahagiaan itu dapat menerangi tarikan napas berat yang selalu menemani... 

Sekali lagi, ini bukanlah keluhan
Hanya ungkapan sederhana,...
Karena
Perempuan ini hanya perempuan biasa 

Senin, 15 Juni 2015

Rindu ini Berbeda



Sore itu, kita ...
Berjalan menjahui mentari
Pulang menuju kerinduan 

Dekapan sore itu 
Mungkin sudah biasa bagi kita 
Hubungan kita di bangun dengan keistimewaan tersendiri 
Mungkin bagi setiap orang hal tersebut terlalu berlebihan, berjarak sedikit bagi setiap hubungan mungkin adalah hal yang wajar saja. Tapi bagi kita, hal itu mungkin adalah sebuah pemanis...

Setiap kita diwajibkan harus sedikit berjarak, rasa sayang itu akan semakin merekah 
Setiap kita diwajibkan harus sedikit berjarak, rasa cinta itu akan semakin terasa
Setiap kita diwajibkan harus sedikit berjarak, rasa rindu itu akan semakin terasah 

Entahlah, malam ini baru hitungan jam kita tidak bertemu namun diriku telah meringkih 
Rindu itu datang sekelebat tanpa permisi 
Sesaat sebelum jarak memisahkan kita diriku mungkin meneteskan air mata, tapi rindu itu masih dapat ku kendalikan 
Namun, malam ini diriku memang tak meneteskan air mata, tapi demi Tuhan rindu ini membuatku gemetar.

Rindu rindu rindu, seketika saja datang menamparku
Tapi rindu yang datang malam ini sangat berbeda, bukan rindu yang ingin ku sampaikan secara langsung kepadamu melalui pesan singkat ...

Rindu malan ini memang sakit, membuatku gemetar, namun ingin ku rasakan sendiri, ingin ku nikmati sendiri, tapi pertahananku menyimpan rindu sedikit runtuh juga, hingga rindu ini ku tuangkan dalam tulisan di blog pribadiku.. 

Diriku hanya rindu ...
Tapi rindu malam ini berbeda 
Diriku tak menangis,,
Tapi rindu ini membuatku gemetar, menggigil, entah lah ... 
Yang ku tahu, rindu ini berbeda ... 


Jumat, 12 Juni 2015

Jalanan yang Berjalan




Banyak orang-orang yang berpikir 
Apa hasil yang akan mereka dapatkan bila mereka melakukan sesuatu 
Banyak orang-orang yang berpikir 
Apakah yang mereka lakukan memiliki manfaat untuk dirinya sediri 
Banyak orang-orang yang berpikir 
Apakah yang mereka lakukan dapat memberikan pengakuan bagi orang diluar sana

Tanpa mereka sadari,
Segala sesuatu yang mereka lakukan yang terpenting bukanlah hasil akhirnya melainkan proses yang dijalani 

Tanpa mereka sadari, 
Segala sesuatu yang mereka lakukan yang terpenting adalah apakah sesuatu itu dapat bermanfaat untuk orang lain, karena bila itu bermanfaat untuk orang lain maka otomatis akan bermanfaat untuk diri mereka sendiri, namun bila itu hanya bermanfaat untuk diri mereka sendiri, maka belum tentu bermanfaat untuk orang lain. 

Tanpa mereka sadari, 
Pengakuan terhadap segala sesuatu yang telah dilakukan akan muncul secara alamiah apabila yang kita lakukan sesuai dengan proses yang benar dan berguna untuk orang lain. 

Sudah terlalu banyak orang yang berpikir instan
Maka jadilah berbeda dari kebanyakan orang
Mari berjalan dengan pasti
Menghargai proses, bermanfaat untuk orang lain, dan tanpa memikirkan eksistensi semata. 

Selasa, 09 Juni 2015

Taman di Tengah Kota

"Taman di Tengah Kota Dunia"

kalian tahu ini gambar apa ? 
sekilas tampak sejuk, rindang, menyegarkan mata 
tapi, kalian tahu ini dimana ?
ini adalah taman tengah KOTA DUNIA 

kota ini dahulu tak seperti ini
dahulu masyarataknya tak mengenal kata macet 
dahulu orang-orang lebih suka menghabiskan waktu bersama keluarga di meja makan dari pada bercengkrama di meja cafe-cafe mahal 
dahulu anak-anak muda lebih suka menghabiskan malam minggu di ruang tamu teman dari pada di ruang - ruang hotel 
dahulu ibu-ibu lebih senang berbelanja di pasar tradisional sambil menenteng tas rotan dari pada berbelanja di gedung besar dengan mendorong kereta besi 
dahulu setiap sore hari anak-anak asyik bermain dengan batok kelapa di depan rumah dengan kawannya dari pada bermain mesin sendiri di dalam gedung besar tanpa kawan

zaman memang telah berubah 
seiring perubahan suasana kota yang semakin penat 
hotel di mana-mana, cafe-cafe penanda kelas sosial berhamburan, gedung-gedung tinggi menjulang menembus awan, mesin-mesin beroda semakin mengeluarkan asap yang menyesakkan paru.

zaman memang telah berubah
museum kota ditutup rapat dan mall-mall besar dibuka lebar
perpustakaan kota sepi pengunjung dan cafe tempat nongkrong disesaki pengunjung
taman kota dihancurkan dengan eskavator dan hotel-hotel dibangun sekuat terminator 

zaman memang telah berubah 
kota berubah semakin modern namun sayang masyarakat semakin primitif

Cahaya Matahari

"The Power of Sunset"

Mantari benar menyilaukan
Mentari benar menghangatkan
Mentari benar dapat membakar
Mentari benar sangat menyengat 
Mentari benar membuat dahaga 

Namun, sadarkah kamu ...
biasan mentari dapat membentuk fragmen bunga yang memancarkan warna pelangi
biasan mentari dapat saja mengubah suasana menyengat benjadi begitu romantis bagi sepasang kekasih
biasan mentari dapat saja melukis palangi dikala tertangkap oleh percikan hujan yang membasahi tanah 
biasan mentari dapat saja membentuk fatamorgana dikala saling bersenggolan dengan bekunya serbuk es

karena semua itu adalah keindahan sebuah mentari