Selasa, 09 Juni 2015

Taman di Tengah Kota

"Taman di Tengah Kota Dunia"

kalian tahu ini gambar apa ? 
sekilas tampak sejuk, rindang, menyegarkan mata 
tapi, kalian tahu ini dimana ?
ini adalah taman tengah KOTA DUNIA 

kota ini dahulu tak seperti ini
dahulu masyarataknya tak mengenal kata macet 
dahulu orang-orang lebih suka menghabiskan waktu bersama keluarga di meja makan dari pada bercengkrama di meja cafe-cafe mahal 
dahulu anak-anak muda lebih suka menghabiskan malam minggu di ruang tamu teman dari pada di ruang - ruang hotel 
dahulu ibu-ibu lebih senang berbelanja di pasar tradisional sambil menenteng tas rotan dari pada berbelanja di gedung besar dengan mendorong kereta besi 
dahulu setiap sore hari anak-anak asyik bermain dengan batok kelapa di depan rumah dengan kawannya dari pada bermain mesin sendiri di dalam gedung besar tanpa kawan

zaman memang telah berubah 
seiring perubahan suasana kota yang semakin penat 
hotel di mana-mana, cafe-cafe penanda kelas sosial berhamburan, gedung-gedung tinggi menjulang menembus awan, mesin-mesin beroda semakin mengeluarkan asap yang menyesakkan paru.

zaman memang telah berubah
museum kota ditutup rapat dan mall-mall besar dibuka lebar
perpustakaan kota sepi pengunjung dan cafe tempat nongkrong disesaki pengunjung
taman kota dihancurkan dengan eskavator dan hotel-hotel dibangun sekuat terminator 

zaman memang telah berubah 
kota berubah semakin modern namun sayang masyarakat semakin primitif

Cahaya Matahari

"The Power of Sunset"

Mantari benar menyilaukan
Mentari benar menghangatkan
Mentari benar dapat membakar
Mentari benar sangat menyengat 
Mentari benar membuat dahaga 

Namun, sadarkah kamu ...
biasan mentari dapat membentuk fragmen bunga yang memancarkan warna pelangi
biasan mentari dapat saja mengubah suasana menyengat benjadi begitu romantis bagi sepasang kekasih
biasan mentari dapat saja melukis palangi dikala tertangkap oleh percikan hujan yang membasahi tanah 
biasan mentari dapat saja membentuk fatamorgana dikala saling bersenggolan dengan bekunya serbuk es

karena semua itu adalah keindahan sebuah mentari

Jumat, 24 April 2015

Biru Orange dan Hitam



Kala sang maestro telah kembali ke peraduan 
Kala dua pasang mata menatapnya penuh takjub 
Kala dua pasang jiwa menikmati keindahan nan elok 
Kala dua padang hati saling mengikat dibawah sinar orange 

Saling tertatih menukik setapak 
Kadang digenggam kadang menggenggam
Kala diri telah terpukur
Segala perjuangan nyatanya belum cukup

Ketika semua tampak bagai kemustahilan
Berperanlah pepatah bijak nan elok
Bertutur tanpa beban
Layaknya kemustahilan tak pernah ada

Tapi memang benar
Pepatah bijak selalu benar
Tak selamanya gelap itu
Akan ada terang menggantinya

Saat itu dua pasang mata
Dua pasang jiwa
Dua pasang hati
Semakin yakin, tak ada kemustahilan
Layaknya biru bercampur orange pada langit yg mulai menghitam 

Selasa, 31 Maret 2015

Awal Cinta dari Sebutir Apel

WAKTU ITU ...
aku baru saja memasuki hari-hari sebagai mahasiswa baru. Semuanya terasa sempurna, teman baru yang menyenangkan dan suasana yang penuh tantangan, hingga penyakit tifus datang menyapaku. Aku terbaring di rumah sakit hampir sebulan lamanya. 
Teman-temanku bergantian menengok dan memberiku dukungan, tidak sedikit pula yang berusaha menarik perhatianku dengan membawa serangkaian bunga atau kembang gula. Tapi ada seorang pria pendiam yang membuatku penasaran, dia mengaku salah seorang dari teman sekelasku. Meski aku merasa pernah melihat wajahnya, aku tidak ingat dia berada di kelas ku.
Adrien, nama pria itu. Ia selalu membawakanku sebutir apel setiap hari, hanya sebuah Apel. Dia mengunjungiku dari hari pertama aku dirawat sampai akhirnya aku sembuh dan diizinkan pulang. Meski heran. aku mencoba menahan diri untuk bertanya mengapa dia hanya membawakanku sebutir apel setiap hari, bukan sebuket bunga, setidaknya sekeranjang apel, atau tidak sama sekali, itu tentu tidak akan lebih aneh dari pada sebutir apel. 
Saat aku kembali ke kampus, yang pertama kucari adalah Adrien. Aku selalu penasaran apakah dia benar teman sekelasku ?. Ternyata dia memang ada di sana, duduk di kursi paling pojok dan seharian hanya tidur di kelas. Aku tak menyapanya dan melakukan kegiatan belajarku seperti biasanya.Tapi saat pulang, aku kembali menemukan sebutir apel di lokerku.
Keesokan harinya aku membangunkan tidurnya dan mengajaknya makan siang bersama. Kali ini aku tidak bisa menahan keingintahuanku tentang sebutir apel yang selalu diberikannya kepadaku.
Aku begitu terkejut ketika mendengar awal kisah sebutir apel itu ternyata dimulai oleh diriku sendiri. Saat itu masa orientasi mahasiswa baru. Menurut Adrien, ia lupa membawa bekal karena terlambat bangun. Lalu seorang wanita bertubuh pendek, yaitu aku, menawarkan sebutir apel karena melihatnya tidak membawa bekal makan siang. 
Ia bilang hatinya merasa tersentuh karena wanita itu tidak menanyakan alasannya tidak membawa bekal, meski mungkin lebih karena wanita itu tidak perduli padanya. Tetapi unuk pertama kalinya bagi Adrien, seorang yang tidak peduli padanya justru menyelamatkannya pada hari itu.
Saat itu ia nyaris pingsan karena lapar dan tidak tahu harus meminta tolong kepada siapa karena tidak ada orang yang dikenalnya. Sejak saat itu, ia mengaku sangat menyukai buah apel. Sebutir apel yang ia berikan setiap hai merupakan balasan kebaikanku dulu. 
Ia mengandaikan buah apel sepotong cinta, ia berikan sebutir setiap hari dan akan selalu sama. Meski mungkin dia tidak menawarkan cinta yang berlebihan dengan sebuket mawar atau sekotak kembang gula, hanya sebutir apel sederhana, tapi baginya cintanya padaku tidak akan pernah berubah. Dia tidak mencoba menarik perhatianku dengan sesuatu yang wah, tapi hanya menawarkan sepotong cinta yang setia, cinta yang sederhana. 
Aku mungkin tidak begitu percaya seorang Adrien yang antisosial bisa berpikir tentang cinta seperti sebuah apel, tetapi dalam kenyataan hidup hal itu memang terjadi. Kebaikan yang kita sadari bisa menggugah perasaan seseorang sampai ia rela memberikan cintanya dengan tulus.
Jadi, buat kamu yang belum menemukan cinta, mungkin di suatu tempat kebaikan yang tidak kamu sadari bisa membuat orang jatuh cinta. Kamu tidak perlu menarik perhatian dengan memberikan segala macam barang karena cinta itu adalah hal yang sederhana, tawarkan cinta seperti apa adanya, meski itu hanya sepotong saja.

 
Sumber : (Bukan Untuk Dibaca -The Most Inspiring Story- by : Deassy M. Destiani)


Minggu, 15 Februari 2015

Mungkin diriku sedang MELANKOLIS

Hari ini hujan
Suasananya dingin menusuk
Semakin lama ku terpaku di tempat ini hingga sepertinya hatiku pun ingin ikut membeku
Apa lagi dirimu sedang jauh, tak berada di sini, dengan ku, seperti biasanya

Siang itu, suasana kampus sepertinya sangat tak dapat tergambarkan. Setelah kurang lebih satu minggu diriku menghilang dari kehidupan kampus, sedikit menenangkan diri mungkin adalah ungkapan yang paling tepat. Begitu banyak kejadian yang terjadi dalam satu minggu sebelumnya, yang semakin mengajarkan ku kalau hidup itu tak selamanya berjudul "INDAH" kadang juga harus ada bagian yang bernamakan "SEDIH" atau mungkin "BERPISAH".

Tidak begitu banyak mahasiswa yang berada di kampus hari ini, bukan karena hujan yang mengguyur kota dari semalam, tapi karena ini adalah minggu-minggu liburan semester. Lalu apa yang ku lakukan ? Yah, sedikit terpaksa sebenarnya, diriku harus rela tanpa semangat menginjakkan kaki di kampus hari ini, bukan malas karena hujan, tapi karena tak ada dirimu. Kampus yang dipenuhi dengan mahasiswa-mahasiswa tingkat akhir nyatanya semakin membuat kepenatan dikepalaku, bukan karena diriku iri melihat mereka, bahkan posisi ku juga dapat dikatakan sebagai mahasiswa tingkat akhir, mengurus berbagai tugas yang dinamakan skripsi. Tapi, ada sesuatu kenangan yang terus saja terputar dalam kepala ku, entah lah apa ini dirasakan semua orang atau hanya diri ku yang terlalu mendramatisir suasana.

Diriku hanya dapat terduduk diam, memandangi basahnya tanah yang terkena air hujan. Memandangi setiap labirin-labirin kampus mengingat kembali segala kejadian yang telah terjadi, setiap langkah kaki yang telah melewati labirin ini. Memandangi setiap ruangan yang pernah menggoreskan cerita, seakan setiap sudut tempat ini kembali bercerita. Mengenang kembali setiap kejadian
Kuliah, organisasi, bergosip, sekedar bertegur sapa, pusing karen tugas, bahkan jatuh cinta dengan teman angkatan...
Semuanya terasa semakin melankolis, ketika kejadian itu berhenti saat diriku mulai mengingat kembali bagaimana kita berkenalan. Bagaimana kita merasakan pusing bersama kerena urusan organisasi, bagaimana kita saling bercerita hingga malam menyelimuti kampus dari urusan kuliah, orang lain, bahkan urusan kita berdua.

Entah lah, bagaimana diriku harus menyikapi. Ditengah tugas akhir yang harus ku selesaikan, tapi ada sebagian diriku merasa berat menerima bahwa perjalanan indah di tempat ini akan terselesaikan, dan diriku akan melangkah ke perjalanan selanjutnya...

Terkhusus untuk kisah kita, tak ada kata usai hanya saja mungkin suasananya akan berbeda. Tetapi tetap dengan cinta, kasih, dan sayang yang sama.

MUNGKIN DIRIKU SEDANG MELANKOLIS :)

Sabtu, 13 Desember 2014

BICARA CINTA

Beberapa sajak yang menggambarkan pentingnya CINTA dalam diri manusia 

Orang-orang yang tidak memiliki kehidupan erat bersama dan persahabatan sejati yang tumbuh dari cinta yang saling membahagiakan telah kehilangan sesuatu yang amat berharga dari hidupnya; secara sadar ataupun tidak sadar, mereka sebenarnya bisa merasakan hal tersebut dan mengakibatkan mereka menjadi hidup dalam kekecewaan yang membuat mereka menjadi iri, kejam, dan menindas - Bertrand Russel 


Hal yang penting dari cinta romantis adalah melihat yang dicintainya sebagai sesuatu yang sukar untuk dimiliki dan sangat berharga... Kepercayaan terhadap besarnya penghargaan terhadap perempuan tersebut adalah efek psikologis dari kesulitan untuk mendapatkannya. Saya sendiri berpikir bahwa sekiranya laki-laki sama sekali tidak menemukan kesulitan untuk memperoleh perempuan, maka perasaannya tidak akan pernah berubah menjadi cinta romantis  
- Bertrand Russel 


Dari sudut pandang seni, sangat disayangkan kalau seorang perempuan sangat mudah sekali didekati oleh laki-laki. Lebih baik kalau mereka susah untuk didekati, tetapi bukan berarti tidak bisa sama sekali. Dilain pihak, dalam kebebasan penuh, seorang laki-laki yang mampu membuat puisi akan menaklukkan gadis dengan pesona-pesonanya. Tetap dia tidak membuat puisi yang terbaik jika gadis itu terlalu mudah untuk didekati  - Bertrand Russel 


Dunia berutang pada
Tuhan akan kecantikannya 
Apa yang dia ciptakan akan tetap menarik
Dikarenakan bumi adalah
Tempat manusia tinggal
Bagaimana mungkin cinta Adam terhadap Hawa
Akan surut ?
Begitulah pula dengan manusia
Cinta manusia ditasbihkan beda
Dengan nafsu binatang
Karena cinta dan kasih sayang sejati diciptakan
Untuk manusia
Sedangkan nafsu adalah untuk binatang
-Rumi 




Selasa, 09 Desember 2014

Poligami di antara Kebebasan, Cinta, dan Ketertindasan


"Kita menerima kebenaran mutlak sebagai keniscayaan. Karena itu, kita percaya keterbukaan pemikiran. Kita menghargai pluralitas. Kita akan perjuangkan kebenaran mutlak dengan keterbukaan dan pluralitas." RausyanFikr Institute


"Isu poligami dan hak-hak perempuan tentu memancing penelitian yang mendalam dan perlu dilihat dari berbagai sudut pandang, tentunya tanpa prasangka dan curiga serta tidak memberlakukan norma-norma masa kini pada peristiwa yang terjadi 1400 tahun yang lalu dalam konteks budaya yang berbeda secara total"- Dr. Ali Syari'ati

Sejarah telah memodifikasi arti-arit dari banyak isu manusia. Takdir yang dihadapi oleh isu sosial dan moral persis sama dengan transformasi kata-kata yang alami. Esensi, makna, dan bahkan pengucapan, dari perubahan kata-kata, dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu waktu dan lingkungan. Kata POLIGAMI merupakan terjemahan dari bahasa persia yang aktual dan tepat "ta'dod-e-zowjaj". Pologami berdasarkan Webster Dictionary sebagi pernikahan yang didalamnya seorang pasangan dari salah satu jenis boleh memiliki lebih dari satu pasangan dalam waktu yang sama. Sebaliknya islam sebenarnya hanya mengizinkan POLIGINI yang terbatas yang didefinisikan dalam kamus yang sama sebagai keadaan atau praktik memiliki lebih dari satu istri atau pasangan perempuan pada saat yang sama. Sedangkan poliandri adalah keadaan atau praktik memiliki lebih dari satu suami atau teman laki-laki pada waktu yang sama. Saharusnya diperhatikan bahwa plogini dan poliandri adalah bagian dari poligami. Namun, islam hanya membolehkan yang pertama bukan yang kedua. 

Adanya stau realitas yang menjadi sutu sejarah fenomenal dan terjadi sekitar 1400 tahun lalu yaitu, isu poligami dalam kehidupan Nabi Muhammad SAW. Banyak tulisan-tulisan yang mencoba menggambarkan kehidupan sang nabi, namun mereka menggambarkannya seakan-akan sang nabi adalah seorang don juan yang secara alami tergambarkan sebagai seseorang yang masa mudanya dipenuhi dengan dorongan nafsu seksual. Namun, sejarah yang mencoba menggambarkan kehidupan Muhammad dengan istrinya telah gagal menemukan bentuk nafsu apapun dalam kehidupan sang nabi.
Hingga usia 25 tahun Muhammad tidak diliputi apapun kecuali kemiskinan, keyatiman, penderitaan, dan tugas-tugas dakwah. Istri pertama yang dinikahi di puncak masa mudanya adalah Khadijah. Dia menghabiskan usia muda dan masa dewasanya hanya dengan khadijah dan dia tidak pernah menikahi istri lain selain khadijah dalam 28 tahun usia perkawinan mereka. Lebih penting lagi, pada saat itu dia belum dibebani dengan tugas monumental kenabian sehingga tidak ada apapun yang mencegahnya dari pengumbaran gairah seksualnya. Namun, walaupun dengan keadaan ini semua. Muhammad tidak mencari kenikmatan ekstra. Benar-benar menakjubkan bahwa putra Abdullah seorang pemuda biasa adalah seorang laki-laki yang menghabiskan waktu utamanya dengan seorang janda yang berusia 45 tahun hingga akhir hayatnya. Mengapakah, kalau begitu para orientalis mengklaim, bahwa ketika dia hijrah ke Madinah di akhir usia dewasanya sekitar 53 tahun, terbebani dengan misi ilahiah dan khususnya posisi sosial dan moral yang menjadi contoh bagi semua orang dalam keimanan, tiba-tiba nyala hawa nafsu menjeratnya dan dia terkuasai oleh gairah dan nafsu syahwatnya ??? 

Yang terlepas dari perhatian para orientalis barat adalah yang menarik nafsu syahwat laki-laki bukanlah jumlah perempuannya, malainkan laki-laki buaya darat memburu perempuan cantik yang centil. Bukanlah seorang janda, perempuan tua renta yang memiliki anakn, atau perempuan yang tidak meiliki wajah terlalu cantik seperti anak dari Umar. Lalu mengapa mereka menjadi istri-istri Muhammad SAW ????? 

AISYAH
Adalah perempuan pertama yang dilahirkan di zaman islam dan merupakan generasi muslim pertama.  Dengan pernikahan ini, Muhammad dan Abu Bakar menjadi saudara. Orang badui  memberikan kesaksian bahwa ikatan keluarga pada saat itu adalah ikatan yang paling solid yang akan menghubungkan dua manusia secara bersamaan. Dengan kata lain, pernikahan beliau dengan satu-satunya perempuan mudan dan cantik diantara istri-istrinya atas dasar kepentingan sosial dan politis.

SAUDAH
Saudah binti Zama'ih adalah istri dari anak laki-laki pamannya. Saudah termasuk orang pertama yang memeluk agama Muhammad di awal-awal islam. Suaminya wafat dan ia ditinggal tanpa tunjangan apapun. Pada masa itu, sebagai seorang janda tidak ada apaun kecuali kehinaan. Muhammad memutuskan menikahi perempuan tangguh dan suci ini dan membawanya kedalam pemeliharaannya.

RAMLAH
Ramlah adalah anak perempuan Abu Sufyan (Orang yang membenci Muhammad). Pada puncak permusuhan mereka, Muhammad melamar anaknya. Keputusan ini sangat berpengaruh besar pada sang Nabi dan Islam.


ZAINAB 
Zainab binti Khuzaimah adalah istri Ubaidillah bin Harits yang syahid selama perang Badar. Pada saat itu dia adalah orang sederhana yang tua dan renta. Muhammad menikahi perempuan yang tak berdaya ini pada hari-hari terkahirnya. Karena beliau tidak menginginkan janda seorang syahid agung melepaskan napas terkahirnya tanpa perlindungan.


Hal-hal serupalah yang menjadi dasar pertimbangan Nabi Muhammad SAW yang juga menikahi HINDUN, RAMLAH, JUWARIYAH, SHAFIYAH, MAYMUNAH, HAFSAH. 

karena sesungguhnya cinta Muhammad hanyalah untuk Allah SWT. 


Sumber: 
Perempuan-Perempuan di Sisi Muhammad SAW. 2012. Ali Syari'ati. Yogyakarta:RausyanFikr.